DITERIMA KERJA DI PERUSAHAAN X

 

Well..yeah…bulan November 2012 lalu iseng-iseng saya dan “teman pria terdekat” saya mengikuti Job Fair yang diadakan disnaker kota setempat.. Males sih sebenernya…udah g punya sepatu..g siap juga harus bawa apa. Pas sampai di sana pun bingung harus bagaimana. Plus sebenernya kepingin fokus ke bisnis online yang baru sj kurintis. Tapi yah karena ingin memenuhi keinginan orang tua plus pingin punya pengalaman saja,,akhirnya ya berangkat deh…

 

Akhirnya saya cuma memilih 2 perusahaan yang akan dilamar. Satu di perusahaan x dan 1 lagi di perusahaan y. Perusahaan X adalah perusahaan industri air minum kemasan,berlokasi di kabupaten dan cukup jauh dr kediaman saya. Maklumlah saya kan nggak bisa naik motor dan anti mobil/bus. Jadi sebenernya ketir2 juga daftar di sana ntar gimana transportnya…tp bodo amat deh namanya juga nyoba dulu. Posisi yang ditawarkan macem2 sih..ada yg sesuai bidangku yakni Quality Control,tapi yg diminta pria..jadi yg qlamar adalah posisi pembukuan.heheheh…bodo amat dah.

 

Sedangkan perusahaan Y bergerak di industri garment. Lokasinya di kota deket SMAq dulu. Dan lumayan terjangkau lah kalo naik angkot…posisi yg ditawarkan yg sesuai ya Admin.gitu aja. Pendidikan terakhir yg diminta malah cm SMA.hehe..tp ya gitu..bodo amat dahh..

 

Singkat cerita, setelah seminggu saya ditelpon oleh perusahaan Y utk mengikuti tes tulis. Yeah…seneng juga lah…malah belain beli sepatu lo. Heheh,,..lalu berangkat deh saya..

Sesampai di sana udah ada beberapa kandidat yang dateng. Mukanya muda mudaaa banget. Pas ditanya kebanyakan masih pada lulus SMA.hahaaa…merasa tua.he…

Sempet bolak balik ditanya’mbak dr SMA mana?’. Wah tanyanya gitu ya sy bilang aja dari SMA 1 mbak. Trus dijawab’ooh saya juga dr Smasa. Kok nggak pernah liat ya? Lulusnya kapan?’. Sambil mesem saya cuma jawab dengan kalem,’ooh saya sudah angkatan lawass…’ dalam hati ngikik.hahahhh

 

Soal tesnya nggak susah sih. Berbahasa inggris..yah nggak jongkok2 banget lah kemampuanku. Hehe.. Tapi mendadak was2 karena terdengar isu santer (dan bapak yang ngetes sendiri bilang) bahwa ini nanti kebanyakan akan diposisikan di bagian produksi. Euh…langsung merasa ogah nerusin karena kan daftar jadi admin kok malah di produksi sih. Intinya saya langsung males..tanpa menyadari bahwa sy akan menyesalinya kelak..

 

2 hari kemudian datang telpon dari perusahaan X. Wew dipanggil juga bo..ya seneng juga lah…cuman bingung mau naik apa kesanaaaa.aaah… Eh lalu ternyata temanku tadi itu juga mendapat panggilan dari perusahaan Y, jadi akhirnya aq dianterin sekalian ke perusahaan X. Hehe..thanks yah.

 

Sampai di perusahaan X..hm…feel more excited sih. Btw yg tadinya sy daftar pembukuan, diganti quality control sama personalianya. Biar sesuai bidang katanya, gender tidak masalah. Makanya saya jd lebih excited karena disini lebih sesuai dengan bidangku.

 

Soal tesnya banyak..hitung2an…dan teknis banget. Sekaligus wawancara pula! Lamaa banget sampai lewat jam istirahat. Pulangnya dijemput lagi sama temanku itu. Thanks yaaah…

 

Seminggu berikutnya….

 

Perusahaan X telpon…saya diterima katanya… Eah seneng..apalagi itu pas hari kelahiranku.hoho…berasa dapat hadiah ultah. Sy langsung mengiyakan utk datang hari senin besok.

Eitss…belum selesai…

Beberapa jam kemudian perusahaan Y telpon juga katanya ditunggu utk tes wawancara tahap berikutnya. Waduuh…jadi bingung… Tapi akhirnya saya katakan pada mbak-mbak yang telpon bahwa dengan sangat menyesal saya menolak karena sudah kontrak dengan perusahaan lain (padahal kan beluum, cuma janji mau dateng doank). Lalu oleh mbaknya ditanya, “Lho sudah tidak berminat bekerja di perusahaan kami mbak ?” Waduh pertanyaan yang nggak ngerti harus kujawab apa, akhirnya cuma kujawab,”Waduh gimana ya mbak, saya sudah kontrak soalnya.” Dalam hati rada gimana gitu, kan sebenernya nggak gitu juga. Kemudian akhirnya si mbak yang telpon mengucapkan terimakasih dan menutup telponnya. Dalam hatiku campur aduk, benarkah keputusanku?

 

Yah…yang namanya manusia kan cuma bisa berusahan ya, setelah itu saya lalu shalat istikharah untuk meyakinkan diri bahwa inilah ikhtiarku. Dan selanjutnya hatiku pun lebih tenang.

 

Hari seninnya jam setengah 7 pagi saya tancap gas menuju ke perusahaan yang saya terima kapan hari. Sepi. Walhasil hanya bisa duduk-duduk nggak jelas di satpam. Karyawan-karyawan lama lalu lalang dan menatap dengan penuh tanda tanya. Kemudian seorang lagi datang dan mengikuti jejakku. Seorang wanita juga yang kutahu juga ikut tes masuk bersamaku kapan hari. Rupanya ia juga diterima, syukurlah aku jadi tidak sendirian. Tak lama kemudian datang lagi seorang lagi. Wanita juga. Dan ia juga karyawan baru seperti kami. Lalu tidak ada lagi yang datang hingga pintu masuk mulai sepi karena sudah hampir jam kerja. Jadilah kami bertiga terbingung-bingung di pos satpam, tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Kami cuma menunggu… Lalu pak satpam berkata kepada kami untuk masuk menemui bapak personalia. Masuklah kami dengan masih bertampang kikuk.

 

Oh ya berdasarkan percakapan kami, kami bertiga ini rupanya seumuran. Yang satu lagi malah seangkatan denganku dan sama-sama dari bidang biologi juga. Dan ternyata kami ditempatkan di departemen yang sama juga (kecuali yang satu, ia di departemen lain). Saya dan teman saya yang satu departemen itu pun diantar menuju tempat masing-masing. Dan…ohoo….seumur hidup baru sekali dan pertama kalinya ini saya masuk ke dalam pabrik.

 

Bising, rame, berisik, agak panas juga, dan semua sibuk. Mesin di mana-mana, dan manusia-manusia di mana-mana. Lalu di mana tempatku? Kami dibawa ke ruangan di pojok. Ada dua ruangan, yang satu bertuliskan “Lab Microbiologie”, sedang yang satu hanya ada tulisan “Alas Kaki Harap Dilepas” dan “Yang Tidak Berkepentingan Dilarang Masuk”. Kami masuk ke ruangan yang kedua. Berukuran sekitar 3×6 meter, isinya meja dengan komputer, mesin dengan tinggi setengah badanku yang sepertinya pernah kulihat saat kuliah (kemudian saya diberitahu bahwa itu adalah autoclave), dan rak-meja yang rapat ke dinding yang mirip sekali dengan meja di laboratoriumku saat kuliah (tapi ini dilapis porselen putih). Di atas rak-meja itu ada kulkas kecil, mikroskop, colony counter, dan benda kotak mirip kulkas yang ternyata adalah inkubator.

 

Kami berdua didudukkan di depan meja komputer. Lantas diberitahu bahwa sementara kami baca dulu saja SOP dan Standart ISO perusahaan (kami diberi setumpuk berkas-berkas). Lalu Kepala Bagian yang mengantar kami tadi pamit untuk mengurus pekerjaannya dulu.

 

Tinggallah kami berdua di dalam ruangan, sendirian, bersama tumpukan kertas yang harus dibaca. Heuh, okelah memang kami baca, tapi sama sekali tidak kami mengerti. Apalagi bagiku yang baru pertama kali mengenal dunia kerja, industri pula. Benar-benar asing. Tapi toh tetap kami baca, bahkan kami catat. Haha..kebiasaan, mungkin takut tiba-tiba ada ulangan mendadak kali ya. hehe…

 

Kemudian setelah makin jenuh dengan bacaan yang makin memusingkan, tiba-tiba masuk seorang wanita bertubuh mungil. Kami berkenalan dengannya dan ternyata ia adalah analis laboratorium. Yeah, senior kami. Nanti kami pasti banyak belajar darinya.

 

Tiba-tiba, ponselku berbunyi, bergetar. Kulihat nomornya, waduh, nomor yang sama seperti yang menelponku kapan hari dari perusahaan Y. Wadawww, jangan-jangan aku dipanggil lagi nih.. Berhubung saat itu saya masih agak takut dengan peraturan di perusahaan X bahwa dilarang membawa HP, jadi panggilan itu nggak berani kuangkat, bahkan kureject. Huffft…sambil menekan tombol reject saya meyakinkan diri, sudah wes disini saja, di perusahaan X.. toh sudah nyebur ini. hehe…

 

Berikutnya kepala bagianku lalu masuk. Ia mengajak kami berkeliling pabrik, berkenalan dengan karyawan-karyawan lainnya sekaligus memperlihatkan area-area kerja kami nantinya. Heww,,,benar-benar buta nih saya. Kami dijelaskan bahwa lingkup kerja kami (sebagai Quality Control) itu luas sekali. Anggaplah misal ada satu gelas minuman, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan, pengemasan, sampai pengiriman kamilah yang bertanggung jawab mengawasi kualitasnya. Hm…okelah kalau itu masih bisa saya terima. Tapi begitu dijelaskan bahwa seringkali apabila ditemukan hambatan pada proses kami harus bisa menganalisa dari sisi mesin, haduu mulai deh saya. Saya buta mesin bo! Nggak bisa ngerti sama sekali dari dulu tentang mekanik. Tes IQ dari jaman ingusan dulu aja mesti lemah pada bagian ini. Tapi nggak papa lah kupikir ntar juga terbiasa sendiri. Apalagi ngeliat aksi kepala bagianku yang heroik banget (agak lebay-red) mengatasi kendala mesin, jadi kepingin bisa seperti beliau.

 

Intinya, hari pertamaku bekerja itu cukup memorable untuk diingat sampai tua. Soalnya, pulang-pulang badanku terasa remuk semua. Capek bangeeet, padahal cuma keliling jalan-jalan mengamati doang. Tapi lagi-lagi ya nggak papa lah, ntar juga terbiasa sendiri.

 

Yah..kira-kira seperti itu deh, sampai detik ini saya sudah bekerja hampir 1,5 tahun di perusahaan X ini. Yang namanya suka dan duka pasti ada. Tapi yang jelas segala hal yang saya dapat di sana sangat berharga bagi segala sisi perkembangan hidupku. Semoga bermanfaat dan semoga beruntung ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s