Kisah Abdullah bin Mas’ud

Ramadhan kali ini ada sesuatu yang sangat menginspirasi saya. Tak lain adalah serial TV “OMAR” yang tayang setiap hari jam 4 pagi di MNCTV. Setiap hari saya setia mantengin tivi untuk liat ini, dan syukurlah MNCTV juga memberi kesempatan bagi penonton seperti saya ini untuk tidak keasyikan dan lupa shalat subuh berkat pemotongan scene yang cukup lama. hehe… (bahasaku aneh lagi….).

Langsung saja, ada satu adegan yang sangat membekas bagi saya. Saat adegan ini, jujur saya sampai menangis. Dan sebenarnya saya pikir juga tidak ada sesuatu yang spesial juga sih pada adegan ini, tapi tetap saja membekas. Beberapa hari kemudian, saya membaca-baca buku-buku lama saya mengenai kisah-kisah Islami, dan….saya menemukan kisah yang sama dengan adegan di tv waktu itu. Berikut kisahnya…

Allah Menganugerahinya Keistimewaan Membawakan Bacaan Al Qur’an

Ketika Abdullah bin Mas’ud sedang menggembala kambing milik Uqbah bin Mu’aith, salah seorang pembesar Quraisy, lewatlah Rasulullah bersama Abu Bakar.

“Hai anak muda, apakah kamu mempunyai susu untuk kami minum? tanya Rasulullah.

“Aku hanya seorang kepercayaan, yang menggembalakan kambing milik orang lain,” jawab Mas’ud. “Oleh sebab itu aku tak dapat memberi susu untuk Anda berdua.”

“Apakah diantara kambing yang engkau gembalakan itu terdapat kambing betina yang mandul, yang belum dikawini oleh yang jantan?” tanya Rasulullah lagi.

“Ya, ada!”

Mas’ud kemudian mencari kambing yang dimaksud itu dan dibawanya ke hadapan Rasulullah. Kambing itu kemudian diikat kakinya oleh Rasulullah, kemudian beliau meraba susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba dari susu kambing yang mandul itu memancarkan air susu. Abu Bakar kemudian mencari sebuah batu cembung untuk digunakan menampung perahan air susu. Rasulullah dan Abu Bakar kemudian meminum air susu itu, dan Mas’ud pun ikut pula meminumnya.

Setelah dirasa cukup, lalu Rasulullah bersabda, “kempislah!”Maka susu kambing mandul itu kembali kempis seperti sedia kala.

Alangkah heran dan takjubnya Mas’ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shaleh dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil mengusap susu hewan yang belum pernah mengeluarkan air susu, tiba-tiba mengeluarkan kurnia rizki dari Allah berupa air susu murni yang lezat untuk diminum.

Setelah kejadian itu, Mas’ud datang menjumpai Rasulullah. “Ajarkan kepadaku kata-kata tersebut,” ucapnya.

“Engkau akan menjadi anak terpelajar,” ujar Rasulullah.

Memang, saat itu masih belum disadari bahwa peristiwa yang disaksikan oleh Mas’ud hanyalah merupakan mukjizat Rasulullah yang tidak begitu berarti, dan bahwa tidak beberapa lama lagi akan disaksikannya mukjizat beliau yang menggoncangkan dunia dengan petunjuk serta cahaya Ilahi.

Mas’ud juga belum mengetahuinya, bahwa dirinya seorang pemuda lemah dan miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Mu’aith akan muncul sebagai salah satu dari Mukjizat itu setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, yang akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.

Dia yang selama itu tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, setelah dirinya masuk Islam tampil berdiri di depan para bangsawan dan pemuka Quraisy mengumandangkan suara merdunya yang berisikan wahyu Ilahi Al Qur’anul Karim.

Pada suatu hari ketika para sahabat berkumpul, mereka berkata :

“Demi Allah, orang-orang Quraisy belum pernah mendengar sedikitpun Al Qur’an ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka. Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka?”

“Saya!” kata Ibnu Mas’ud.

“Kami khawatir akan keselamat dirimu! Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat untuk melindunginya dari orang-orang itu, jika mereka berbuat jahat,” kata para sahabat itu.

“Biarkanlah saya! Allah pasti membelaku,” jawab Ibnu Mas’ud.

Maka pergilah Ibnu Mas’ud mendatangi kaum Quraisy, yang ketika sedang berada di balai pertemuan mereka.

Ia berdiri di hadapan kaum Quraisy lalu membaca QS Ar Rahmaan :

Kemudian dilanjutkan bacaannya, sementara pemuka-pemuka Quraisy semuanya terpesona, tidak percaya dengan pandangan mata dan pendengaran telinganya, bahwa yang menentang kekuasaan dan kesombongan mereka hanyalah seorang penggembala kambing.

Mereka saling bertanya kepada temannya. “Apa yang dibaca oleh anak si Ummu Abdin itu? Aku yakin yang dibacanya itu adalah yang dibaca oleh Muhammad!”

Orang-orang Quraisy itu kemudian bangkit dan memukulinya, namun Ibnu Mas’ud tetap meneruskan bacaannya sampai batas yang dikehendakinya. Setelah itu, dengan muka dan tubuh yang babak belur ia kembali kepada para sahabat.

“Inilah yang kukhawatirkan terhadap dirimu,” kata mereka.

“Sekarang ini tak ada lagi yang kutakutkan untuk menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya Anda menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat yang sama,” jawab Ibnu Mas’ud.

“Cukuplah! Engkau telah membacakan kepada mereka sesuatu yang dianggap tabu bagi mereka!” kata para sahabat.

Itulah Abdullah bin Mas’ud. Allah telah memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan Al Qur’an secara terang-terangan dan menyebar luaskan ke segenap pelosok kota Makkah di saat penyiksaan dan penindasan merajalela, maka ia dianugerahiNya bakat keistimewaan dalam membawakan bacaan Al Qur’an dan kemampuan luar biasa dalam memahami arti dan maksudnya.

Sabda Rasulullah :

“Barangsiapa yang ingin mendengarkan Al Qur’an tepat seperti diturunkan, hendaknya dengarkan dari Ibnu Ummi Abdin. Barangsiapa yang ingin membaca Al Qur’an tepat seperti diturunkan, hendaknya membaca seperti bacaan Ibnu Ummi Abdin!”

 

Diambil dari 30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim. Ir. Anam dan MB Rahimsyah. Penerbit Mitra Ummat Surabaya.

 

 

Kisah Abdullah bin Mas’ud yang membacakan ayat Qur’an inilah yang membuat saya meneteskan air mata saat adegan itu tayang di tv. Saya nggak tahu, mungkin karena bacaan ayat yang dibawakan pada tv itu begitu indah (dibacakan oleh orang yang memang berbahasa arab), atau karena ayat tersebut yang isinya memang begitu indah..

Lepas dari kontroversi mengenai serial tv ini di berbagai kalangan masyarakat, saya pribadi begitu suka dengan kisah-kisah di film ini. Saya yang sebelumnya tidak begitu tahu tentang kisah Nabi Muhammad SAW dan sahabat, sekarang jadi suka mengisi waktu dengan mencari tahu kisahnya. Semoga kita bisa mengambil sisi positif dari setiap kejadian, aamiin…

2 thoughts on “Kisah Abdullah bin Mas’ud

    • wah, insyaALLAH, sedang menuju kesana🙂 masih mau mghafal bbrapa surat yg lebih pendek. Atau sbaiknya langsung saja ya?mumpung masih anget :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s