“Daddy-Long-Legs”

Hari Sabtu yang lalu saya “kencan” dengan teman saya ke toko buku Toga Mas. Mungkin bisa dibilang hanya ada 2 toko buku di Kota Probolinggo ini (Bahasa Inggrisnya “town” dan bukan “city” kata teman saya). Tapi nggak papa, bukan itu yang ingin saya ceritakan kali ini.

Saat masuk ke ruang buku-buku diskon, tiba-tiba perhatian saya terpikat pada buku yang berjudul “Daddy-Long-Legs”. Walaupun saya tidak pernah tahu judul buku itu, tapi saya pernah tahu ceritanya karena saat saya SD dulu pernah membaca pada buku cerita anak-anak berjudul “Georgia Abbot” yang di dalamnya ada kisah tentang Daddy-long-legs. Untuk memastikannya (plus karena emang pingin beli buku ^^) akhirnya saya membeli buku tersebut. Setelah saya baca, benarlah, itu adalah cerita asli dari kisah “Ayah berkaki panjang” yang ditulis oleh pengarang aslinya. Sedangkan yang saya baca dulu hanya cuplikan yang ditulis/dirangkum menjadi kisah anak-anak.

Baiklah, lebih baik saya ceritakan saja isi buku tersebut😀

“DADDY-LONG-LEGS”

Pengarang : Jean Webster
Penerbit : Penerbit Atria
Tahun : 2010
Jml hal : 235 hal

Cover
Buku ini bukan buku yang tebal macam Harry Potter atau mungkin Twilight Saga. Kemasan luarnya dibungkus dengan cover bergambar perempuan muda yang sedang menatap di awang-awang seakan membayangkan sesuatu untuk dituliskan. Warnanya menarik dan kesan yang muncul adalah “Wah sepertinya ini buku anak-anak atau semacam teenlit”.

Tema cerita
Kalau melihat covernya, mungkin cocok juga untuk menjadi buku anak-anak. Namun cerita dalam buku ini mungkin bisa dibilang kurang cocok bila disebut kisah untuk anak-anak. Mungkin lebih cocok untuk dibaca oleh wanita dewasa, atau dewasa awal, atau mahasiswi.

Latar tempat
Pada awalnya saya tidak tahu cerita ini menggambarkan suasana di mana. Namun dari hasil percakapan saya dengan “teman kencan” saya terhadap penggunaan/pemilihan nama seperti Sally, Jimmy, John, dan tempat-tempat seperti Lock Willow dan juga Universitas Princeton, kemungkinan tempat yang dimaksud adalah di Amerika Utara.

Latar waktu
Dari hasil googling saya, saya temukan bahwa buku ini ditulis Webster pada awal-awal tahun 1900 an, kira-kira mungkin dekat-dekat dengan peristiwa tenggelamnya Titanic ^^. Dengan demikian segera saya asumsikan bahwa cerita ini menggambarkan suasana pada tahun 1900an, saat dunia barat pada masa itu sedang tumbuh upaya penyetaraan wanita, emansipasi wanita, dan semacamnya.

Karakter
1. Jerusha Abbott, atau yang juga dipanggil Judy. Dia adalah tokoh utama. Seorang wanita umur 16 tahun yang dibesarkan di panti asuhan dan memiliki kecerdasan di atas perempuan-perempuan muda seusianya pada saat itu.
2. Daddy-Long-Legs. Anggota Dewan pengawas panti asuhan yang telah mengirim dan membiayai Judy untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Identitasnya tak diketahui pada awal hingga halaman terakhir buku ini. Walaupun di akhir cerita akhirnya tertulis siapa sebenarnya daddy-long-legs ini, tapi bagi saya mudah saja untuk mengetahui identitasnya😀.

Alur cerita
Buku ini diawali dengan cerita singkat dari sudut pandang orang ketiga, mengenai Judy yang dipanggil oleh pengurus panti bahwa dia akan disekolahkan ke perguruan tinggi oleh dewan pengawas karena dianggap memiliki kemampuan yang mumpuni. Jangan lupa bahwa pada masa itu, pendidikan tinggi bagi perempuan itu dianggap kurang penting kecuali bila ia berasal dari keluarga kaya atau pejabat atau memiliki orang tua yang berpikiran maju. Tapi Judy berhasil mencuri perhatian dewan pengawas karena tulisannya, dan ia pun disekolahkan untuk menjadi seorang penulis. Dewan pengawas tersebut dirahasiakan identitasnya, namun Judy yang sempat melihat bayangannya, mulai menyebutnya sebagai daddy-long-legs (mirip dengan nama barat dari sejenis laba-laba) karena kakinya yang panjang.
Gaya penulisan berikutnya menjadi sangat berbeda dengan bagian awalnya. Cerita kemudian ditulis dari sudut pandang orang pertama (dalam hal ini Judy menceritakan dirinya sendiri) dalam bentuk surat-surat yang ditulis kepada daddy-long-legs.
Di awal masa kuliah, surat-surat Judy kepada Daddy-long-legs masih seperti surat seorang gadis remaja yang membicarakan tentang teman-teman, pelajaran, hobi, dan perasaan-perasaannya. Namun semakin ke belakang , seiring dengan bertumbuhnya Judy menjadi wanita dewasa, dan seiring tingkat pendidikannya, surat-surat Judy menjadi lebih sering menunjukkan pemikiran-pemikiran Judy. Beberapa hal yang sering dibicarakan Judy adalah tentang isu-isu sosial politik pada masa itu, terutama tentang hak-hak orang miskin. Maklum, Judy dibesarkan di panti asuhan yang notabene hidup pas-pasan. Selain itu Judy juga sedikit banyak menyelipkan perasaannya sebagai wanita dewasa dalam surat-suratnya, dan hal inilah yang kemudian akan mengantarkan Judy untuk mengetahui siapa sebenarnya Daddy-long-legs.

Yang menarik
Banyak hal yang menarik (bagi saya) dalam buku ini, tapi saya hanya akan menulis 2 saja, antara lain :
1. Cara bercerita yang berupa kutipan surat-surat Judy kepada daddy-long-legs. Bagi saya, gaya bercerita seperti ini cukup menarik karena saya jadi lebih bisa mendalami dan menghayati pemikiran dan perasaan Judy. Walaupun kadang-kadang juga cukup membosankan terutama terhadap detail-detail yang bagi saya tidak penting, tapi saya cukup suka dengan gaya bercerita seperti ini.
2. Buku ini menceritakan Judy dari awal kuliah hingga lulus dan menjadi penulis (pemula), dari situ tampak adanya perubahan dari Judy remaja hingga dewasa dilihat dari gaya penulisan suratnya. Hal ini menarik karena menurut saya, seharusnya seperti itulah perkembangan remaja. Semestinya remaja yang kuliah dan tumbuh menjadi dewasa, pemikirannya juga harus tumbuh dan berkembang, dan mulai menentukan pendirian bahkan mungkin prinsip-prinsip hidup. Seperti halnya Judy yang memilih untuk menjadi kaum sosialis, dia memilih bukan sekedar ikut-ikutan tapi karena memang punya dasar yang kuat hingga ia memutuskan untuk itu.

Penutup
Buku ini, seperti yang saya katakan tadi, bahkan kalau dibaca remaja pun saya rasa masih kurang cocok, karena ada pemikiran-pemikiran wanita dewasa yang “mungkin” belum terlalu bisa dipahami bagi usia remaja yang biasanya lebih suka cerita-cerita yang murni tentang romantika remaja atau hal-hal yang kadang berbau pop. Walaupun demikian, demi kemajuan generasi muda, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh gadis-gadis remaja.

 

 

2 thoughts on ““Daddy-Long-Legs”

    • wah, kalau nulis review seperti ini di SRC mungkin tidak bs mendapat nilai baik pak, terlalu “terpotong”. mungkin terkesan terkotak2😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s