Belajar lama, belajar cepat

Bulan April dan Mei ini dunia pendidikan sedang sibuk punya gawe besar, yaitu ujian nasional, baik untuk SMA, SMP dan juga SD. Banyak cerita di balik itu semua, saya yakin itu. Entah cerita kesuksesan, kegagalan, atau bahkan kisah tentang contekan, joki, kong kali kong, dan lainnya.

Tidak, saya tidak mau membahas tentang cerita-cerita itu. Yang ingin saya ceritakan adalah bahwa cara menghadapi ujian antara saya dan adik saya sangatlah berbeda. Begitulah, yang namanya manusia memang pasti tidak ada yang sama.

Perbedaan yang paling jelas adalah dari cara belajar. Kalau saya dulu (perbandingannya pas masih SD juga), menjelang ujian saya setiap hari hampir selalu mengurung diri di kamar, sibuk membaca semua materi, hanya keluar pada saat-saat penting (makan, mandi, buang air, dll), bahkan berpantang nonton tivi sebelum masa ujian selesai. Di dalam kamar ya saya benar-benar belajar walau sambil ditemani suara musik (waktu itu saya lagi ngefans dengan boyband amrik macam BSB, N’Sync, atau juga Westlife). Metode belajar saya dulu juga dengan 1 cara : menghafal. Bukannya sombong sih, tapi seingat saya memang (waktu itu) ingatan saya memang sedang prima-primanya. Jadi andalan saya memang dengan hafalan, kecuali pelajaran-pelajaran berhitung tentunya (Eh tapi saya juga rajin menghafal rumus-rumus matematik lho di buku pintar :D).

Bagaimana dengan adik saya? Bisa dibilang berbeda hampir 180 derajat. Adik saya setiap hari santai sekali. Nonton tivi, main PS, main game online, sms-an. Sama sekali tak terasa bahwa beberapa hari ke depan dia akan menempuh ujian yang penting. Bahkan kami sekeluarga jadi sering lupa kalau adik saya sudah kelas 6, haha.. Kalopun belajar dia lebih memilih membawa buku latihan soal ke kamar saya, lalu mencoba beberapa soal dan yang nggak bisa dikonsultasikan pada saya. Setelah maksimal 1 jam, selesai sudah belajarnya dan dia kembali nonton tivi. Alamaakk, beda sekali dengan saya yang mpe berjam-jam belajar di dalam kamar.

Lantas kenapa nop kok dibandingkan gini? Nah, yang menarik adalah adik saya tetap mendapatkan nilai bagus di ulangan-ulangan hariannya walaupun dengan cara belajar seperti itu. Haish,, mungkin hasilnya tidak jauh berbeda juga dengan nilai ulangan saya dulu. Bahkan saya rasa, adik saya jauh lebih bisa memahami pelajaran dibandingkan saya yang belajarnya ala tirakat.

Kok bisa ya? Nah ini juga yang pingin saya  bahas. Pertama : Bisa jadi intelegensi adik saya memang lebih baik daripada saya, sehingga dengan upaya minimal pun hasilnya tetap baik. Kedua : Metode belajar saya yang tipe penghafal mungkin juga mempengaruhi. Saya yang penghafal, bisa jadi tidak bisa selalu maksimal memanfaatkan otak untuk berpikir dan menganalisa. Kalau saya lupa misalnya, habislah saya. Sedangkan adik saya lebih banyak latihan soal-soal sehingga terbiasa berpikir dan menganalisa, dan kemampuan seperti itu memang lebih awet tanpa perlu terhambat masalah lupa, pikun, dan lainnya :p. Ketiga : Takdir. Haha,, saya percaya bahwa manusia bisa mengusahakan apapun yang diinginkannya, namun saya juga percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah ada yang mengatur. Jadi ya mungkin memang dari sononya saya bernasib begitu (belajar banyak, hasil baik) dan adik saya begitu (belajar minim, hasil baik).

Tapi yang paling utama, sebagai seorang kakak yang lebih tua dari adik saya dan mungkin sudah lebih dulu mencicipi kerasnya hidup (halah…), saya pingin berpesan (moga-moga ini dibaca adik saya :p) bahwa belajarlah untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Jangan termakan omongan bahwa belajar biar pinter biar masuk sekolah bagus, atau biar jadi dokter, atau biar bla bla bla.. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya, baik ilmu agama maupun dunia, insyaALLAH nanti bonusnya adalah kehidupan yang lebih baik, di akherat dan di dunia.😀 aaamiiiinn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s