yang salah siapa?

by Novia Eka Wiandani on Sunday, 17 July 2011 at 14:15

Produsen kendaraan motor dunia melihat potensi pasar yg sangat besar di Indonesia dikarenakan jumlah penduduk besar dan tingakt pendidikan masih menengah ke bawah (yg artinya ga bisa mikir panjang). Kemudian diketahui pula bahwa Indonesia termasuk penghasil minyak bumi(bbm), aspal dan barang tambang lain yg mendukung kelengkapan kendaraan bermotor.

Mulailah proyek besar merubah masy Indonesia dibuat untuk membeli kendaraan bermotor, salah satunya dengan pembangunan Jembatan Ampera, jalan antar prpopinsi dsb yg berkedok bantuan sosial, pembangunan dsb yg sebenarnya adalah pembangunan infrastruktur agar kendaraan bermotor bisa berjalan.

Kemudian masuk kendaraan bermotor mobil dan sepeda motor dengan harga terjangkau di Indonesia, terutama pabrikan JEpang. Masy Indo mulai dicuci otak dengan iklan2 yg menggambarkan kekerenan, keasyikan, kemudahan pemakaian kendaraan bermotor. Masyarakat mulai merasakan manfaatnya, smentara sebagian yg lain membeli bukan karena kebutuhan, tapi karena prestise dan kebanggaan.

Karena masy mulai beralih ke kendaraan pribadi, pemerintah mulai kurang memperhatikan kendaraan umum, akibatnya kendaraan umum menjadi tidak nyaman dan semakin ditinggalkan masy.

Pemakaian kendaraan bermotor membludak,, jalan mulai macet. Negara2 produsen tidak lagi memberi bantuan pembuatan jalan, pemerintah kelabakan. Pajak kendaraan bermotor dibuat untuk membangun jalan2 lagi, bahkan BBM disubsidi untuk hal yg sebenarnya tidak produktif secara langsung dalam ekonomi. Sementara negara2 produsen kendaraan bermotor terus saja melempar hasil produksi terbaru mereka ke Indo. Jalan semakin macet,,,,

Sekarang pemerintah ingin membangun sarana transport umum yg baik,,subsidi BBM pada kendaraan bermotor dikurangi sedikit demi sedikit bahakn sampe ada fatwa haram segala. Tapi rakyat sudah terlanjur biasa dengan kendaraan pribadi mereka yg nyaman, dan bukan hal mudah untuk mengganti kebiasaan pake kendaraan pribadi(meski cm sepeda motor) denga pake kendaraan umum, ada beribu alasan yg dikemukakan rakyat (mulai dari tidak nyaman, ga bisa tepat waktu, mahal, sopirnya suka ngebut, sering kecelakaan, ga prestise juga, ntar dibilang kampungan sama temen dll) Akhirnya pemerintah mulai lagi proyek bikin jalan tol di tengah kota dengan alasan sama mengatasi kemacetan (memberikan jalan bagi industri kendaraan asing agar bisa meraup keuntungan sebesar2nya).

Haha…saya jalan kaki, klo jauh saya numpang,klo ga ada pake speda biasa, klo masih jauh pake kendaraan umum, klo masih ga bisa baru mengusahakan pake kendaraan bermotor pribadi. Yg salah siapa? yg salah itu ya produsen motor, mobil itu… mereka untung gede tanpa mikir macet, polusi dsb. Pemerintah dan rakyat Indonesia hanya konsumen (baca:korban).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s