yang salah siapa? (part 2)

by Novia Eka Wiandani on Thursday, 21 July 2011 at 22:32

Sebelumnya, tulisan di bawah ini bukan tulisan TS, melainkan tulisan dari Ilham Bintang, Pimpinan Redaksi majalah Cek & Ricek, yang ditulis di akun twitternya yaitu @ilham_bintang, pada Hari Kamis, 7 Juli 2011, sekitar pukul 7 pagi.

1. Selamat pagi tweeps, saya akan bicara lagi soal impor film. Rabu kemarin, “HarryPorter7” & “Transfoermers” msk LSF untuk disensor.

2. Itu artinya, paling lama seminggu lagi film itu akan diputar di seluruh jaringan bioskop 21 di tanah air. Setiap film didukung 100 copy.

3. Yang ” mengimpor” film produksi aggta MPAA itu PT Omega Film, perusahaan baru yg didrikan 17 Januari2011 didepan notaris Ilmiawan Dekrit S.H.

4. Omega Film didirikan oleh pemilik 21 Group lantaran dua perusahaan impor filmnya diblokir Ditjen Bea Cukai karena tak bayar kewajiban beanya

5. Dua perusahaan itu adalah Camila Internusa Film & PT Satrya Perkasa Esthetika Film. Jumlah bea masuk & denda yg tak dibayar Rp 250 miliar.

6. Omega Film mau dikesankan sebagai perusahaan impor baru yg datang dari luar Group 21. Artinya, dia tak harus bayari utang bea masuk.

7. Majalah Tempo & Kompas (Ditulis kritikus film Kristanto JB) tiga minggu lalu sudah membongkar praktek busuk tersebut.

8. Omega terbukti adalah perusahaan yang dibentuk baru oleh pemain lama atau pihak 21 Group. Bahkan, mereka sengaja menunjuk kurir jadi direksinya.

9. Kementerian Keuangan pun segera beraksi, Omega Film pun diblokir izinnya. Tidak hanya itu, 5 perusahaan baru lain dari 21 Group jg diblokir

10. Omega diblokir tapi Menbudpar Jero Wacik yang bereaksi. 2 statementnya yg pertama kali dimuat detik..com memperlihatkan dia amat berang.

11. Statementnya yg pertama, Menbudpar tidak mau perduli terhadap monopoli yang penting buat dia film2 jenis HarryPorter harus masuk di Indonesia.

12. Statement kedua, dia marah betul mengapa Kemenkeu harus tarik pajak atas royalti film impor itu. “Jangan cari pajak di film”, katanya.

13. Kepala Badan Fiskal Kemenkeu, Bambang, balas mengejek Menbudpar sebagai orang tidak punya kesadaran berbangsa. Jerok Wacik tarik ucapannya.

14. Meskipun tarik ucapan, tapi Menbudpar tidak ubah pendiriannya untuk menolong 21 Group. Tidak ada urusan dengan historisnya Omega pun jalan terus.

15. Yang diubah, Omega cuma mengganti direktur, Syaiful Atim, yg dari mantan staf kurir 21. Ia digantikan oleh Ajay Fulwani.

16. Pemblokiran Omega Film dulu dilakukan oleh Ditjen Bea Cukai atas dasar karena terbukti bentukan dari pemain lama, maksudnya 21 Group.

17. Dengan penunjukan Ajay Fulwani sebagai direktur baru Omega, justru pihak 21 Group menantang, Omega memang perusahaannya.

18. Ajay Fulwani adalah putera Fulwani– importir film tahun 70 an. Ajay tepatnya kemanakan Harris Lesmana, salah satu boss besar 21 Group.

19. Pertanyaannya Bagaimana penyelesaian pembayaran kewajiban pada negara sebesar Rp 250 milyar yg sudah jatuh tempo sejak 12 Maret lalu?

20. Rasanya kita pesismis uang negara itu bisa diselamatkan lagi. Meski Jero Wacik katakan urusan itu jalan terus di pengadilan pajak.

21. Malah ada indikasi uang negara itu sudah ke laut, dikemplang entah oleh (ide) siapa. PT Camila & Satria Film sudah berganti direksi pula.

22. PT Camila & Satria Film mulai diaudit bulan juli 2010. Akhir Desember 2010, seluruh owner yang menjadi direksinya rame mengundurkan diri.

23. Yang ditunjuk mengganti karyawan kecil, yang menurut orang dalam kalau dilakukan penyitaan harta, negara hanya dapat sepeda motor & rumah BTN.

24. Dari dimensi waktu pergantian, itu terjadi menjelang Ditjen Bea Cukai keluarkan surat penetapan harus membayar bea cukai & denda Rp 250 M.

25. Bagaimanapun, paling tidak Kementrian Keuangan & Kementrian Budaya Pariwisata paling bertanggung jawab atas hilangnya uang negara tersebut.

26. Kemenkeu & Kemenbudpar pada awal kejadian ini seiring sejalan untuk menegakkan aturan. Namun, di tengah perjalanan, tiba2 mengendor.

27. Menjelang ending Kemenkeu kelihatan berusaha kembali berkeras, sedangkan Kemenbudpar langsung memposisikan diri seperti orang dalam 21 Group

28. Menurut orang dalam Kemenkeu, mereka dapat tekanan dari pihak2 yang mengaku orang dekat Cikeas. Kita tidak tahu persis siapa mereka itu.

29. Sempat disebut-sebut nama Hartati Murdayah Poh, Hatta Radjasa, Dino Patti Jalal. Adapun Jero Wacik berperan sebagai operatornya.

30. Saya setuju pada usul untuk mengajukan skandal ini ke KPK. Yang terlibat, semuanya harus bertanggung jawab terhadap hilangnya uang negara.

Dikutip dari http://www.ka*kus.us/showthread.php?t=9771641 pada tanggal 21 Juli 2011 jam 10.20 WIB

Komentar saya : Lagi-lagi saya bertanya, siapa yang salah? PEnikmat film hampir jarang sekali yang menyalahkan Pemerintah, hampir semuanya bilang dengan entengnya, saya tidak peduli, yang penting saya bisa nonton film favorit saya, toh nanti uangnya juga dikorupsi lagi.

Lalu siapa tertawa terakhir? Saya tentu (karena miris) dan yg pasti adalah Produsen filmnya yg seneng…hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s