tulisan g jelas dariq

by Novia Eka Wiandani on Sunday, 24 January 2010 at 08:16

Ehm
Assalamualaikum wr.wb..
Ehem..ehemwah sudah lama sekali daku tak jumpo, wei, maksudnya tak menulis-nulis..entah itu ditembok ato di lantai (maksude opo?, geje nov..). Intinya, didorong oleh situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan (pulang kampung, nganggur, menjamur di rumah bingung mau ngapain) jadi sepertinya menulis adalah teman yang terbaik (sekalian nyampah, hehe).
Lalu apa yang mau kutulis?
Hmkita poin-poin saja ya. Sepertinya yang ingin kuceritakan banyak (sok banget, padahal Cuma 3 poin, haha)

1. Sejak kecil ku gemar menulis-nulis. Entah itu menulis yang jelas (urusan sekolah) atau yang nggak jelas seperti nulis diary, cerita pendek, scenario, ato yang bener-bener nggak jelas. Kalo soal diary, beuh, udah berapa buku yang kuhabiskan untuk menuliskan yang ada di pikiranku. Beberapa di antaranya sudah kubuang karena berbagai alasan (kalo diinget-inget, nyesel juga, ngapain kubuang, itu kan catatan perjalanan hidupku cuy, sapa tau 10 tahun lagi ku bikin buku otobiografiku dewe), beberapa lagi entah kemana..beberapa lagi kusimpan di tempat yang ku juga g yakin lagi inget ato nggak. Wah, intinya : sepertinya catatan hidupku yang kubuat dengan penuh kebahagiaan, air mata, kekesalan, dan sebagainya udah pada raib! Astaganaga

2. Lagi nonton Take me out, wah seorang pemuda bertanya pada calon pasangannya, apakah cinta sejati itu?. Beragam jawaban dilontarkan oleh 3 wanita yang berhasil sampai babak akhir. Akhirnya sang pemuda memilih wanita yang parasnya, mungkin (menurutku-g bermaksud menyinggung mbak..) dibandingkan 2 wanita lainnya, lebih sederhana, yang member jawaban, cinta sejati menurut saya adalah bila ia tidak ilfeel pada pasangannya sekalipun pasangannya itu jelek, jorki, bau, sombong, bahkan klepto juga. Hmkira-kira apa yang dipikirkan pemuda 22 tahun mahasiswa Sastra Belanda UI itu ya? Tapi kalau dipikir-pikir, perkataan wanita tersebut ada benarnya, bayangkan kalo itu bukan cinta sejati, pasangan kita bau keringat ya kita dah ilfeel, lantas diputusin saat itu juga. Hihiya nggak sesempit itu bro. Hm..sekarang coba ingat-ingat cinta orang tua pada anaknya. Apalagi namanya kalo bukan cinta sejati? Dari kecil hingga tua pun, orang tua kita g akan ilfeel sama kita, walo kita ngompol di mana2, bau keringat naudzubillah dimana-mana..baju kotor jorki habis maen-maen di sawah juga, ato kalo kita punya kesalahan sebesar apapun, pasti mereka tidak ilfeel..benar kan?

3. Tau pulau Paskah? Pulau itu gersang dan tidak berpenghuni, menurut penemu pulau itu (lupa namanya), saat ia menemukannya (yaitu pada hari Minggu Paskah-karena itu diberi nama pulau Paskah). Penduduk yang yang tinggal di pulau sekitar sana adalah penduduk yang kelihatannya kurang gizi, kecil pendek, kisut, item, de el el. Nah penemu itu juga menemukan banyak patung-patung besar berwajah manusia bertebaran di pantainya. Bahkan juga ditemukan berjajar menghadap laut. Menurut penduduk sekitar, patung-patung itu sendiri yang hidup dan berjalan sendiri. Juga ada banyak spekulasi tentang adanya patung itu, salah satunya adanya peradaban masa lalu yang bikin patung itu, kemudian datang makhluk asing dari luar angkasa yang mengadakan percobaan di sana dan menghabiskan penduduk setempat dan sebagainya. Karena akhirnya para ilmuwan tidak menemukan jawaban yang memuaskan secara ilmiah, akhirnya mereka mencoba mencari tau sendiri dengan bantuan penggaris, mikroskop, jangka, busur, dan observasi etnis, haha. Setelah dilakukan penelitian, maka mereka menyimpulkan bahwa dahulu di pulau ini memang tidak berpenghuni. Lalu datang orang-orang polinesia dengan menggunakan kapal, dan segera membentuk pemukiman di pulau ini. Dari data fosil serbuk sari yang ditemukan, diketahui bahwa tempat ini dulu subur sekali, pohon-pohon berlimpah dan sumber makanan ada di mana-mana. Orang-orang ini hidup enak di sana tanpa perlu bersusah payah. Di antara waktu luangnya, orang-orang tersebut mulai menebangi pohon untuk dibuat patung-patung, dan untuk menegakkan patung-patung itu, dibutuhkan tebangan pohon-pohon lainnya juga. Di samping itu ternyata diduga juga terjadi perang saudara antara orang-orang tersebut, sehingga jumlah penduduknya mengalami penurunan drastic. Perang itu juga memperparah jor-joran pembuatan patung, mungkin mereka gengsi kali ye..Walhasil, udah penduduknya tinggal dikit, pohon-pohon ditebangi, padahal pulau itu kecil sekali, habislah peradaban di sana. Saking kecilnya pulau, orang yang menebang pohon terakhir mestinya tahu bahwa itu adalah yang terakhir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s