tugas resume jurnal herpetologi

by Novia Eka Wiandani on Saturday, 02 May 2009 at 11:49

Judul : The chondrocrania of North American Rana larvae (Anura: Ranidae): a morphological comparison
Oleh : Peter M. Larson (2008)
Hubungan filogenetik dari marga Rana telah diperdebatkan sejak lama. Walaupun analisis mengenai filogenetik secara molecular sudah banyak dilakukan, namun hasilnya tetap memberikan kesimpulan yang berbeda-beda dan tetap menimbulkan perdebatan di antara para ilmuwan.
Bila diperhatikan pada kladogram di bawah, maka tampak bahwa pohon filogenetik dari genus Rana (di Amerika) berbeda-beda, tergantung dari dasar penelitian yang dilakukan. Pada gambar A, dibuat berdasar allozyme, immunologi, morfologi, dan data dari rDNA . Sedangkan gambar B disusun berdasar data DNA mitokondrial, dan gambar C disusun berdasar morfologi, DNA mitokondrial, DNA nuclear, dan data RNA ribosomal. Dari ketiga kladogram tersebut dapat dilihat bahwa posisi Rana sylvatica selalu berbeda-beda, begitu pula cabang-cabang dari jenis Rana yang lain. Namun penelitian-penelitian tersebut sangat jarang didasarkan pada morfologi atau data lainnya yang berasal dari kondisi berudu atau larva dari katak-katak tersebut.

Dalam penelitian mengenai berudu ini, yang ditekankan yaitu perbandingan struktur chondrocranium (neurocranium) dari beberapa jenis anggota marga Rana, yaitu Rana catesbeiana, Rana clamitans, Rana palustris, Rana pipiens, Rana sphenocephala, dan Rana sylvatica. Selain itu juga dibandingkan apparatus hyobrachialis di antara jenis-jenis Rana tersebut. Secara umum, struktur chondrocranium dan apparatus hyobranchialis dari berudu yaitu seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2. Struktur chondrocranium dan apparatus hyobranchialis pada berudu pada umunya

Kenampakan rahang atas (upper jaws) dari Rana, terutama seperti gambar di bawah ini (Gambar 3.) menunjukkan adanya prosessus posterior dorsal, alae suprarostral, dan suprarostral corpora pada kenampakan anterior, serta adanya kartilago infrarostral dan prosessus retroarticularis pada kenampakan ventralnya.

Gambar 3. Struktur maxilla dan mandibula pada berudu

Gambar 4. Perbandingan struktur chondrocranium pada beberapa jenis anggota genus Rana

Gambar di atas merupakan hasil dari pengamatan terhadap perbandingan chondrocranium berudu-berudu beberapa jenis Rana tersebut. Dari gambar menunjukkan tidak ada perbedaan yang begitu jelas pada masing-masing berudu. Namun bila diperhatikan, seperti yang ditunjuk oleh tanda panah kecil-kecil pada gambar, terdapat beberapa perbedaan struktur di antara ke-enam spesies tersebut.
Panah nomor 1 menunjukkan trabecular horns pada berudu. Pada Rana catesbeiana (D) dan Rana clamitans (E) menunjukkan adanya tonjolan kecil pada daerah tersebut, sedangkan pada ke-empat Rana lainnya tidak ada. Panah nomor 2 menunjukkan crista parotica, dimana pada Rana palustris (A) dan Rana clamitans (E) tampak bahwa tidak ada penonjolan yang begitu kentara pada daerah tersebut, sedangkan pada 4 jenis lainnya, tonjolan yang ada tampak sangat jelas walaupun arah penonjolannya berbeda.
Prosessus oticus ditunjukkan oleh nomor 3. Sedangkan nomor 9 adalah daerah di sekitarnya, menunjukkan adanya perbedaan penonjolan seperti pada Rana pipiens dan Rana clamitans yang memiliki penonjolan kecil, sedangkan pada lainnya tidak. Pada Rana catesbeiana terlihat adanya penonjolan juga, namun tidak begitu jelas.
Nomor 4, daerah sekitar prosessus palatoquadratum medianum pada Rana catesbeiana dan Rana clamitans menunjukkan area yang cukup sempit, sedangkan bila dibandingkan dengan 4 jenis Rana yang lain, area tersebut cukup lebar. Daerah sekitar prosessus quadratoethmoidalis ditunjukkan pada nomor 5, dimana berturut-turut penonjolan yang paling kentara yaitu dimulai dari Rana clamitans, Rana catesbeiana, dan Rana sylvatica. Sedangkan 3 jenis sisanya tidak menunjukkan penonjolan yang jelas.
Pada Rana palustris, tonjolan pada prosessus artikularis (ditunjuk oleh nomor 6) tidak terlalu jelas. Begitu pula dengan Rana pipiens, Rana sphenocephala, dan Rana sylvatica. Namun pada Rana catesbeiana dan Rana clamitans, tonjolan tersebut lebih jelas.
Kemudian nomor 7 menunjukkan prosessus muscularis, dimana pada Rana sylvatica, area tersebut lebih luas dibanding jenis Rana lainnya (perluasan hanya ditunjukkan pada Rana sylvatica).
Nomor 8 tidak diketahui jelas jenis tulangnya, namun kelihatan jelas bahwa daerah tersebut pada Rana catesbeiana dan Rana clamitans memiliki persamaan bentuk (lebar dan terdapat penonjolan), sedangkan pada Rana lainnya tidak ada penonjolan. Pada Rana sylvatica, area ini justru tidak selebar seperti pada jenis-jenis lainnya.

Gambar 5. Perbandingan struktur apparatus hyobranchialis pada beberapa jenis anggota genus Rana

Gambar di atas adalah perbandingan struktur apparatus hyobranchial berudu-berudu Rana. Pada gambar tidak dijelaskan detail perbedaan antar organ, namun secara kasat mata, tampak bahwa Rana palustris, Rana pipiens, dan Rana sphenocephala memiliki bentuk morfologi yang mirip (cenderung menggelembung), sedangkan Rana catesbeiana, Rana clamitans, dan Rana sylvatica mengelompok tersendiri dengan struktur hyobranchial yang mirip (cenderung ramping) namun berbeda dengan kelompok sebelumnya. Selain itu, kenampakan sisi anterior dari Rana sylvatica berbeda dibanding lainnya, ditunjukkan oleh tulang yang cenderung lebih datar dibanding Rana lainnya, terutama bila dibandingkan dengan Rana clamitans yang bentuknya sangat bengkok ke arah posterior.

KESIMPULAN :
Dari hasil perbandingan struktur chondrocranium dan apparatus hyobranchialis dari enam jenis berudu Rana yang diteliti, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan karakter morfologisnya, Rana sylvatica terletak pada posisi kekerabatan yang terpisah dari 5 jenis lainnya, sedangkan Rana catesbeiana dan Rana clamitans memiliki pengelompokan kekerabatan tersendiri yang juga berbeda dibanding jenis lainnya. Hasil ini memberikan hasil yang berbeda dibanding dengan kladogram filogenetik yang sudah ada seperti yang dijelaskan sebelumnya.

REFERENSI :
Larson, Peter M. 2009. Publications of Dr. Peter Larson. Dr. Peter Larson. [Online] 9 Maret 2009. [Dikutip: 10 Maret 2009.] dari http://www.anselm.edu/homepage/plarson/plarson_files/Larson,%202008.pdf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s