Kekuatan Informasi, Sisi Lain Dunia Maya

by Novia Eka Wiandani on Tuesday, 29 March 2011 at 22:04

Saat ini mungkin anda sedang berhadapan dengan laptop atau mungkin sedang mengetik sms di handphone nokia anda? Hampir semua orang Indonesia tahu motor honda, televisi LG, burger Mc Donald, Blackberry, mobil Toyota Avanza dan seabrek produk luar negeri lainnya. Pernahkah anda berpikir bagaimana macbook, blackberry, sepeda motor honda, mobil avanza dan produk lain tersebut bisa begitu laku di Indonesia? Bahkan katanya serial Upin dan Ipin memang ditujukan untuk pasar anak-anak Indonesia.

Produk – produk tersebut merupakan produk hasil dari departemen riset yang ada di perusahaan-perusahaan tersebut. Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara tepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Proses pengembangan konsep diawali dengan identifikasi kebutuhan pelanggan (Ulrich-Eppinger, 2001). Tujuan identifikasi kebutuhan pelanggan adalah untuk memahami kebutuhan konsumen dan mengkomunikasikannya secara efektif kepada tim pengembangan. Output dari langkah ini adalah sekumpulan pernyataan kebutuhan pelanggan yang tersusun rapi, diatur dalam daftar secara hierarki, dengan bobot-bobot kepentingan untuk tiap kebutuhan.

Salah satu cara untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dalah dengan melakukan voice of customer (VoC). VoC adalah cara menggali data untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan pelanggan. Ada banyak cara untuk mengumpulkan informasi atau suara pelanggan seperti dengan wawancara, survei, focus group discussion (FGD) dan etnografi.

Survei yang dilakukan dalam melakukan penelitian biasanya dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa yang mereka pikir, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan. Survei lazim dilakukan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. FGD dilakukan jika melibatkan beberapa pihak yang dirasa berpengaruh pada pengembangan produk dan diperlukan saran yang saling memperhatikan antara kepentingan dari pihak – pihak tersebut. Sedangkan etnografi sendiri adalah pendekatan dalam mencari informasi mengenai apa yang benar – benar dibutuhkan oleh pelanggan, bukan apa yang sekedar mereka inginkan atau katakan. Etnografi dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap obyek amatan ketika mereka melakukan kegiatan. Pengamatan yang dilakukan diusahakan sebisa mungkin tidak dirasakan oleh obyek amatan sehingga obyek amatan berperilaku apa adanya.

Riset pengembangan produk merupakan usaha yang dilakukan perusahaan untuk memperpanjang daur hidup produk atau dengan kata lain sebisa mungkin agar produknya tetap diterima oleh pasar. Biaya riset bisa sangat mahal tetapi bergantung dari kebutuhan perusahaan sendiri. Semakin besar perusahaan biasanya semakin besar pula anggaran untuk riset mereka. Lalu kita kembali ke pertanyaan awal kita, bagaimana macbook, blackberry, sepeda motor honda, mobil avanza dan produk lain tersebut bisa begitu laku di Indonesia? BUkankah akan sangat mahal jika melakukan penelitian, menjaring VoC dari penduduk Indonesia yang sangat besar? Jika mereka melakukan survei langsung tentu akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Belum lagi biaya mengolah hasil survei tersebut. Namun jika kita jeli, ada cara mudah untuk melihat bagaimana karakteristik orang Indonesia dan kecenderungan bagaimana orang Indonesia berperilaku. Pernahkah anda mendapat survei yang mengharuskan anda mengisi nama, tanggal lahir, hobi, pekerjaan? Jawabannya adalah iya. Hampir semua pasti pernah mengisi hal tersebut saat melakukan pendaftaran atau registrasi ke suatu komunitas di dunia maya, contohnya Facebook. Pernahkah anda membaca persyaratan dan kesepakatan saat kita akan membuat suatu account di layanan internet? Kebanyakan orang langsung setuju dan memilih jalan tercepat. Namun sadarkah anda bahwa mungkin data – data personal yang kita inputkan di layanan tersebut bisa jadi diperjual belikan oleh layanan tersebut? Secara invidu mungkin kita tidak merasa tidak dirugikan malah kita dapat keuntungan dari layanan tersebut. Namun secara kolektif dampaknya bagi negara kita dan layanan internet tersebut bisa sangat luar biasa. Bagi negara kita tentu akan terus dibombardir dengan produk luar negeri yang sudah menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat kita sehingga masyarakat kita pun mudah menerima produk tersebut. Akibatnya impor terus dan perekonomian tidak sehat. Bagi layanan internet tersebut tentu sangat menguntungkan karena tidak memerlukan riset berbiaya tinggi untuk menjaring Voc bahkan mereka bisa menjual data pelanggan tersebut ke perusahaan lain yang membutuhkan. Sekedar data alamat, pendidikan, status, dan hobi bisa digunakan untuk melakukan segmentasi atau pemetaan masyarakat yang berguna untuk menentukan sasaran produk akan dijual kepada siapa.

Sekedar informasi bahwa saat ini biaya survey per responden sudah lebih dari 100.000 Rupiah. Bayangkan 1.048.334 pengguna internet di Indonesia telah bergabung dengan Facebook hingga 02 Februari 2009. JIka kita kalkulasi maka Facebook bisa melakukan penghematan biaya riset sebesar 100.000 x 1.048.334 = 104.833.400.000 . Bayangkan, Facebook bisa melakukan penghematan hingga 1,4M rupiah. Belum lagi jika facebook menjual data tersebut ke perusahaan- perusahaan, pasti akan sangat mahal harga tersebut.

Jika kita mengkaitkan dengan ketahanan negara, maka data berjuta orang Indonesia telah sampai ke pihak asing melalui Facebook, Yahoo dll, dengan mengetahui data tersebut akan sangat mudah bagi negara asing untuk memperkirakan pertumbuhan penduduk Indonesia, bagaimana perekonomian suatu daerah di Indonesia ataupun hal lain yang bisa jadi akan merugikan negara kita. Bagaimana dengan negara kita sendiri? Sudahkah kita memiliki data – data negara asing dengan mudah tanpa mengeluarkan biaya mahal? Apakah negara kita memiliki data penduduk Amerika di daerah Chicago sampai jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan hobi? Wallahu a’alam bishowab.

ditulis oleh : Bambang Irwanto Ali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s