EVOLUSI, cuma di pikiranku doang juga kok

by Novia Eka Wiandani on Friday, 23 October 2009 at 21:05

January 17th, 2009 by ampheea

Hem,…kenapa aku tiba-tiba terpikir bicarain ini? Bermula dari perbincanganku dengan seorang yang bernama Achmad Fanani, yang berlangsung 2 kali. Perbincangan yang pertama saat ia menjelaskan padaku tentang filogeni herpetofauna, ia juga ngemukakan pernyataannya sendiri bahwa ia tidak setuju dengan teori evolusi. Perbincangan kedua saat ku sedang belajar untuk ujian paleontologi, ku nanya padanya tentang manusia neanderthalensis, trus dia bilang dia nggak setuju kalo Homo neanderthalensis tu disebut manusia. Y terserah si, pendapat dan pikiran orang kan emang beda-beda. Ku nggak mempermasalahkan tentang manusia neanderthalensis atau manusia modern dan sebagainya. Ku juga nggak menyalahkan pendapatnya mas Fani.

Yang melintas di otakku yang sangat luar biasa sebagaimana manusia pada umumnya, yang mengalami perkembangan sangat pesat, terutama perkembangannya yang makin pesat menuju anterior (menurut kuliah anatomi hewan dan paleontologi-red), yang memiliki bermilyar2 neuron tapi baru kugunakan duikit banget (lho kok malah mbahas otak si), ku cuma tiba-tiba terpikir, kenapa sih orang terkadang mempermasalahkan sah tidaknya teori evolusi ? apakah selalu orang yang menganggap teori itu mungkin ada benarnya harus dikatakan tidak mengakui eksistensi SANG PENCIPTA?Apakah selalu orang yang mengatakan itu ada benarnya disebut penganut Darwin? Sampai disini, wahai pembaca yang budiman (hihi ^ ^), jangan berpikiran bahwa pandanganku sempit. Kutahu yang dibenak kalian waktu membaca sampai di sini (pasti ketiwi-ketiwi to? =p). Ku banyak tanya-tanya pendapat orang n baca artikel tentang ini. Kusimpulkan pandangan orang terhadap ini emang bwuannyak banged. Emang si ku g pernah baca tuh buku2nya Darwin kaya gimana, seperti sarannya mas Fani. Tapi seandainya ku udah baca, njuk ternyata ku bilang itu ada benernya,, apa trus langsung dibilang jadi Darwinian?apa trus dibilang pikiranku salah?apa trus dibilang ku nggak percaya QUR’AN?nggak to?awas nek iyo…pulang g slamat lu. hehe.njuk trus arah omonganku ni apa? mboh, ku juga bingung. cuma omongan ngalor ngidul.

Menurutku, dan menurut dari banyak banget sumber yang bilang bahwa semua ketentuan dan semuaaaa semua semua yang berkaitan dengan manusia dan semesta serta tentangNYA itu ada dan pasti ada di AL QUR’AN. Ku percaya sepenuhnya dengan itu. Tidak ada keraguan sedikitpun, insya4JJI (ku pernah mengalami ketidakpercayaan itu-sebelum muslim-red) tapi ku juga meyakini bahwa SANG PENCIPTA tentu menyampaikan semua itu, semua yang buanyyyaaaaakkk banget itu (SUBHANALLAH…) dalam ayat-ayatNYA yang begitu indah dan tertata apik, dengan cara tertentu, tersirat dan tersurat. Pie si, jadi bingung ngomongnya. Simpelnya kalo kita mau bilang Hastin, Novia, Rina, Itongk, Fatma, Santi, Tegar, Farid, Uli, Iva, Fina, Danan, dan sebagainya kan puanjuang buanged to. Orang2 tertentu kadang malah jadi jemu kalo harus nungguin aku bilang itu semua sampe terakhir. jadi enaknya ku langsung bilang “anak2 KSH” gitu…ya kaya gitu lah intinya. Nah trus kalo si pendengar pingin tau lebih jelas, siapa si anak2 KSH itu?nah ntar dia ndiri yang harus cari tau, bisa dari bukti2 yang ada, atao tanya, ato kenalan ndiri. ya kaya gitu itu to proses kita membaca QUR’AN?tidak hanya membaca, tapi dihayati, ditilik-tilik, diserap, diabsorbsi, dan diimplementasikan, diaplikasikan, diteruskan, diamalkan, dan sebagainya. Apa gunanya kita dianugerahi neuron yang buanyakk banget kalo g dipake untuk mempelajari ayat-ayatnya, baik yang tersurat dalam AL QUR’AN, maupun yang ada di semesta ini?

Njuk hubungannya yang taomongin barusan sama evolusi ini apa? ya mboh. haha. maksudku, kalo emang dari QUR’AN disebutkan bahwa manusia (Nabi Adam a.s. dan keturunannya) diciptakan oleh SANG PENCIPTA dalam bentuk yang sempurna (tentu dibanding makhluk lainnya-tp tdk ada manusia yg smpurna-red), njuk kan kalo kubilang ku percaya itu, tapi di sisi lain ku juga memandang teori evolusi juga ada benarnya, apakah trus ku dibilang g percaya QUR’AN?sekali lagi, ku emang belum baca tuh bukunya om darwin, tapi sejauh ini yang kutahu dari para dosen, guru, cendekiawan dan sebagainya, ya paling tidak ku tahu sedikit beberapa isinya. kita toh juga g menelan semua itu bulet2 to. nggak juga kita kudu terpengaruh oleh pandangan2 orang tertentu. Ini ilmu pengetahuan gitu loh! ilmu pengetahuan tidak pernah berlaku pasti..sejauh yang bisa dipikirkan oleh manusia (jangan keliru menafsirkan-ilmu 4JJI tentu tidak akan ada habisnya). buanyak banget yang harus ditafsirkan dari ayat2NYA,n kalo ku bilang ku menafsirkan teori evolusi, tapi tetap didasarkan pada QUR’AN, tetap ku mengembalikannya pada Qur’an, apakah aku salah?apa trus ku dibilang penganut Darwin (yang katanya kebanyakan Atheis)??bukannya sains dan agama itu g bisa dipisahkan?njuk kenapa kalo percaya pada sains tertentu lantas dibilang g beragama? Mksud pertanyaanku ini kenapa orang harus berpikiran sempit (ato malah pikiranku ini yang sempit-silahkan kritik) dengan gt aja men-judge orang kaya gitu hanya karena satu sisi pikirannya?kenapa nggak melihatnya , misal teori evolusi, justru dari sudut kebaikannya saja daripada menentangnya terus? cuma SANG PENCIPTA yang tahu segalanya phren..ku juga nggak berhak komen lebih jauh lagi, banyak dari diriku yang masih sangat bodoh, kuakui. kalo ku ngewes lebih banyak lagi, jangan2 ku dibilang aneh, salah paham, ato malah ujug2 diragukan kewarasannya. Ya..paling ringan se, minim kalo baca ini mungkin bilang,”ah Novi, masih banyak yang belum kamu tau” ato semacamnya. jadi kututup sampe sini ja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s