*BELUM ADA JUDUL*

by Novia Eka Wiandani on Monday, 28 September 2009 at 21:09

Udara pagi ini dingin juga…uh..sepagi ini aku sudah harus bangun. Ke dapur sambil membawa dua bungkus mi goreng instan dan juga kotak plastik kecil. Lalu mulai meramaikan dapur dengan celoteh ringan dari panci dan wajan penggorengan. Tidak lupa juga menggoreng telur dengan garam banyak sekali. Lalu mengambil handuk, menuju ke kamar mandi. Ah, sedingin ini sudah harus mandi..Sudah harus bersiap-siap mempersiapkan bekal di perjalanan. Perjalanan?? Lho, maksudnya apa ini? Oh, aku belum cerita padamu ya?

Baiklah..akan kuceritakan…Namaku..ah tak perlu menyebut nama saja, cukup panggil aku S. Hari ini aku berencana pulang ke kampung halaman. Dari sini, kampung halamanku jauuuhhh sekali. Aku tak tahu berapa mil jauhnya, tapi mungkin kira-kira seperti dari Sabang-Merauke kalau naik kereta api. Ahhaha…aku tak tahu pastinya, kira-kira seperti itulah. Karena itu aku harus bangun pagi-pagi supaya saat keretanya berangkat aku tidak terlambat. Hehe..alasan klise..

Jadi seperti inilah aku, membuat bekal mi instan untuk makan di dalam kereta. Kenapa harus membawa bekal? Yah,siapa tahu aku akan kelaparan di sana. Juga harus mandi di pagi yang dingin ini, brr…padahal nanti di kereta mungkin aku tak bisa mandi lagi dalam jangka waktu yang lama. Entahlah, aku belum pernah naik kereta api sebelumnya. Kali ini saja aku ingin merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan yang disebut-sebut sebagai transportasi rakyat ini. Hehe…tapi sebenarnya sih, karena tiketnya diberikan gratis dari undian agen perjalanan yang kuikuti sebulan yang lalu. Cihui! Sambil menyelam minum air, sambil dapat tiket gratis, sekalian pulang deh aku.

Singkat waktu, aku sudah berada di stasiun. Stasiun yang aneh. Aku bilang aneh karena seharusnya stasiun itu ramai dan penuh dengan orang-orang kan? Tapi sepertinya pagi ini cuma aku yang ada di sini, ditemani beberapa penjaga stasiun dan tukang pel sih. Tapi aneh! Ah sudahlah, mungkin memang aku saja yang tidak tahu suasana stasiun kalau di pagi hari.

Kemudian kereta yang kunanti datang juga. Pintunya tinggi sekali, sampai-sampai aku merasa seperti maling yang sedang melompati pagar. Eh, tapi bukan pintunya yang tinggi sih, tapi keretanya yang tinggi, jadi otomatis pintunya juga tinggi.
Di dalam, aku pun kaget! Ternyata yang ada di dalam cuma ada aku. Setidaknya dalam gerbong yang kumasuki. Apa tiket ini memang hanya untuk satu orang saja ya? Tapi masa sih sampai satu gerbong begini juga? Aneh…

Ah aku tak mau berpikir-pikir lagi, yang penting aku bisa pulang. Horee!! Maka kemudian aku duduk di tempat yang menurutku nyaman untuk melihat-lihat pemandangan luar. Waah,,ternyata kereta api isinya seperti ini yaa..tempat duduknya empuk berlapis kain berwarna biru tua. Di dekat jendela ada meja kecil, dan bahkan ada listrik! Yey, berarti aku bisa main game di laptopku nih. Dingin..rupanya kereta ini berAC. Aku tak begitu suka AC, hidungku terlalu sensitive sih, kalau ada bau ataupun suhu yang sedikit ekstrim pasti udah nggak kuat. Apa mau dikata, masa harus bilang ke pegawainya supaya ACnya dimatikan. Lagipula kalau mati, pasti nanti di dalam panash sekali. Sudahlah. Lalu..ada televise juga! Waah..senangnyaa…ehm, tapi itu televise juga bisa liat tipi juga nggak ya? Soalnya kata teman-temanku, televise di kereta itu Cuma untuk menayangkan video saja, nggak ada antenna yang terpasang. Ya iyalah.. hm..baiklah..video saja juga cukup kok.

Priittt!!!!dug dug dug….jresss…..waah..keretanya sudah akan berangkat! Hm…aku agak gugup juga nih, tenang..tenang….Dan aku pun terdiam memandang ke luar jendela…

Satu jam kemudian…aku benar-benar merasa bosan..tidak ada teman yang bisa kuajak ngobrol. Aku pun lupa membawa buku bacaan untuk membunuh waktu. Ahh…kalau begini sih mana asyiknya??!!…Perlahan aku pun mulai mengantuk…ngantuk sekali..hoaahemm….dan aku pun tertidur….

Dalam tidurku aku bermimpi kereta ini penuh dengan berbagai macam orang, masinis, anak kecil, ibu-ibu dan bapak-bapak, bahkan kakek-kakek. Di sebelahku duduk seorang laki-laki. Wuah cakep! Senang deh, ada teman ngobrol. Ah seandainya kenyataan seperti ini..

Tiba-tiba aku terbangun…set,.aku membuka mata. Lho??kok aneh??apa aku masih berada dalam mimpiku ya??baiklah, aku akan mutup mata lagi, nanti pasti akan terbangun dan semuanya kembali normal..lalu kubuka mata lagi. Lho????

-bersambung-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s