Review : Rahasia Harta Karun

Judul Buku : Rahasia Harta Karun – Serial Lima Sekawan

Pengarang : Enid Blyton

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : cetakan ke-7, 1998

Jml hal dan dimensi : 240 hal, 11x18x0,9 cm

Siapa yang tidak mengenal Enid Blyton? Hampir semua pecinta buku pasti tahu nama penulis novel dari Inggris tersebut. Salah satu novel yang dibuatnya adalah serial Lima sekawan. Pada salah satu serialnya yang berjudul “Rahasia Harta Karun” ini, Enid Blyton kembali menghadirkan 4 remaja dan 1 ekor anjing yang mengalami petualangan seru memburu harta karun. Mereka adalah Julian, Dick, George, Anne, dan Timmy si anjing. Mereka yang sejatinya bersaudara itu menamakan dirinya sebagai “Lima Sekawan”.

Cerita bermula dari rencana Lima sekawan untuk melancong mengisi waktu liburan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan mereka yang asyik, tiba-tiba Timmy, anjing milik George, terluka dan harus dibawa ke dokter hewan. Dari sinilah petualangan mereka dimulai. Di suatu kesempatan, Dick dan Anne yang terpisah dengan Julian serta George yang mengantar Timmy berobat, bertemu dengan narapidana yang dikabarkan kabur dari penjara. Ia pun tidak sengaja mengetahui suatu petunjuk untuk mengetahui lokasi penyimpanan harta rampasan yang disimpan buronan tersebut. Berbekal peta dan petunjuk itu, akhirnya 5 sekawan pun berpetualang menuju lokasi harta karun. Sayangnya begitu sampai, mereka harus diganggu oleh kelompok penjahat lain yang juga ingin mendapatkan harta tersebut.

Enid Blyton memang merupakan penulis Inggris yang sangat produktif membuat novel-novel untuk anak-anak dan remaja. Melalui tema petualangan yang diusungnya dalam serial Lima Sekawan ini, ia mampu menggugah fantasi pembaca (terutama bagi anak-anak dan remaja) untuk  berpetualang dan ikut tegang dalam menghadapi misteri-misteri yang muncul. Selain itu, buku ini tidak terlalu tebal dan gaya penulisan kisah ini juga ringan dibaca sehingga cocok dibaca sebagai bacaan di kala senggang. Namun berhubung novel ini ditulis pada tahun 70-80an, maka tentu saja budaya yang muncul di dalam novel ini kadang terlihat cukup jadul (contohnya dalam hal berpakaian dan gaya hidup). Alur ceritanya juga sangat datar di bagian awal, berbelit-belit dan banyak menceritakan hal yang kurang berhubungan dengan inti cerita. Misalnya saja, Enid Blyton hampir selalu menceritakan kegiatan Lima sekawan saat makan dan mandi. Walaupun tergantung selera, tapi sepertinya detail itu kurang penting. Namun tentu saja itulah ciri khas dari tulisan Enid Blyton. Dengan demikian, novel ini tetap saja masih diminati, terbukti dengan fakta bahwa buku ini sudah dicetak ulang berkali-kali hingga sekarang.

Rate : 3.5/5

One thought on “Review : Rahasia Harta Karun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s